Mengenal Tarikan Pada Furniture

Siapa yang tidak mempunyai produk furniture dirumah mulai dari lemari, kitchen set, rak buku, meja belajar, lemari tv dan lain sebagainya. Pasti setiap furniture dirumah kita mempunyai tarikan. tarikan pada furniture berfungsi untuk memudahkan kita dalam menarik pintu/laci, tarikan sendiri selain bisa ditarik bisa juga untuk digeser tergantung dari jenis pintu yang digunakan. berikut adalah beberapa contoh tarikan yang ada dipasaran.

1. Tarikan Pendem
Jenis tarikan ini adalah dengan membobok media yang akan dipasang tarikan. Biasanya untuk tarikan ini sangat berguna di tempat yang sempit dan sangat cocok untuk pintu sleding. Untuk bahan dari tarikan ini ada yang menggunakan logam, kayu, plastik maupun kuningan. untuk finishingnya sendiri ada yang sudah di vernis (untuk berbahan kayu) ataupun di chrome (untuk berbahan logam, kuningan).

2. Tarikan Gagang
Jenis tarikan ini adalah dengan cara melubangi media yang akan dipasang tarikan biasanya seukuran sekrup. Untuk tarikan jenis ini biasanya digunakan pada pintu lemari atau kitchen set dengan cara ditarik, tarikan ini tidak cocok untuk pintu sleding. Untuk bahan dari tarikan ini ada yang menggunakan logam, kayu, plastik maupun kuningan. untuk finishingnya sendiri ada yang sudah di vernis (untuk berbahan kayu) ataupun di chrome (untuk berbahan logam, kuningan).

3. Tarikan Pentol
Jenis tarikan ini mirip seperti tarikan gagang adalah adapun pemasangan tarikan ini dengan cara melubangi media yang akan dipasang tarikan biasanya seukuran sekrup. Untuk tarikan jenis ini biasanya digunakan pada pintu lemari, kitchen set, meja belajar dengan cara ditarik, tarikan ini tidak cocok untuk pintu sleding. Untuk bahan dari tarikan ini ada yang menggunakan logam, kayu, plastik maupun kuningan. untuk finishingnya sendiri ada yang sudah di vernis (untuk berbahan kayu) ataupun di chrome (untuk berbahan logam, kuningan).

Bagaimana tentang pengertian dari macam – macam jenis tarikan diatas. semoga sahabat djati sekarang sudah paham dengan tarikan dan diharapkan tidak salah pilih dalam menentukan tarikan untuk furniture anda dirumah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua salam dari djatifurniture.

Bagikan Bacaan ini :

Cara Memilih Kayu

Kayu merupakan bahan yang hampir pasti digunakan setiap akan membangun sebuah rumah. Atau kayu juga sering dijadikan sebagai produk furniture yang digunakan untuk melengkapi perabotan rumah. Oleh karena itu, ketika ingin membeli kayu, entah untu konstruksi rumah atau perabot furniture, harus bisa mengerti akan kualitas kayu itu sendiri. Terkadang Kita hanya menyerahkan pada tukang, padahal tukang itupun belum tentu paham betul, maka sebaiknya Kita harus belajar sendiri untuk memahami kualitas kayu yang akan kita gunakan.

Jika Kita akan membangun rumah, maka konstruksi menjadi prioritas utama. Yang mana konstruksi inilah yang akan menjadikan rumah Kita bisa bertahan lama atau tidak. Oleh sebab itu, saat kita memilih kayu untuk konstruksi rumah sebaiknya Kita memilih kayu yang kuat, keras, dan tahan air serta rayap. Untuk memilih kayu yang baik, Kita bisa mencari informasi di internet atau orang yang sudah berpengalaman. Kayu untuk konstruksi rumah biasanya menggunakan kayu jati, sengon laut, kalimantan, atau kayu nangka. Selain itu juga bisa menggunakan kayu-kayu yang lain, asal bersifat kuat dan tahan lama. Untuk menghindari kayu dimakan rayap bisa menggunakan lapisan anti rayap.

Dalam pemilihan kayu untuk perabot rumah, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Kayu yang biasa digunakan untuk perabot furniture rumah adalah, kayu jati, mahoni, dan sono keling. Kayu-kayu tersebut mempunyai kualitas yang cukup baik dan memiliki urat kayu yang cantik. Untuk mengetahui kayu tersebut yang bisa digunakan, bisa dilihat dari bentuk dan ukuran kayu yang besar dan kuat. Lalu kayu yang baik juga memilik warna yang cerah, segar dan tidak berlubang, Akan berbeda jika kayu tersebut warnanya terlihat mentah, maka bisa dipastikan kayu tersebut belum tua betul dan nantinya tidak awet jika digunakan membuat mebel furniture. Selain itu tingkat kadar air serta kelembaban juga harus dipertimbangkan. Kayu yang baik adalah kayu yang tua dan kering. Jika baru selesai ditebang, maka dipastikan kadar airnya tinggi. Oleh karena itu kita bisa mengeringkannya dengan cara dipanaskan atau diangin-anginkan dibawah sinar matahari. Atau jika ingin cepat, maka kita bisa meminta tolong Jasa Oven Kayu untuk mengeringkannya.

Bagikan Bacaan ini :

Mengenal Jenis Perekat untuk Kayu

Perekat Kayu / Lem salah satu bahan yang digunakan untuk membuat furniture baik dengan bahan dasar Kayu Solid ataupun multiplek berikut adalah jenis – jenis lem yang sering digunakan untuk pengerjaan furniture:

1. Lem Aica Aibon

Lem jenis ini adalah lem perekat serbaguna yang bisa kamu gunakan untuk melekatkan melamin, logam, beton, papan fiber, kulit, kayu, dan karpet. Karena, di dalam lem ini terkandung karet sintetis dan pelarut organik.

Untuk cara pemakaiannya perekayt ini bisa dibilang mudah, pertama-tama kamu hanya perlu menghapus kotoran, gemuk, dan minyak pada ke 2 sisi yang akan dilem / disatukan. Lalu, ratakan lem pada permukaan tersebut, dan biarkan lem mengering dalam 10 – 20 menit. Setelah itu, baru deh rekatkan ke 2 permukaan menjadi 1.

2. Lem putih PVAc

Lem yang satu ini bisa banget kamu gunakan untuk merekatkan kayu, kertas, koraltex, bahan, dan bahkan juga bisa kamu gunakan sebagai plamur tembok. Umumnya, ketika kamu mendengar istilah “lem kayu”, yang dimaksud pasti lem PVA atau lem PVAc (polyvinyl acetate).

Lem ini juga sering disebut dengan “lem putih” atau “lem kuning” yang bisa dibersihkan dengan menggunakan air. Tetapi, tenang saja, tersedia juga kok beberapa merek perekat PVA yang tahan air.

Nah, perlu diingat, ketika merekatkan kayu dengan lem ini, jangan lupa ya untuk membiarkan permukaan lem mengering selama sekitar 10 menit, sebelum merekatkan sisi-sisi permukaannya.

3. Lem ethyl cyanoacrylate

Kemudian lem dari bahan ethyl cyanoacrylate sering juga disebut dengan “Lem Korea”. Karena lem ini bisa kamu gunakan untuk melekatkan plastik, kayu, karet, logam, kulit, dan juga keramik.

4. Lem Dextone Epoxy Adhesives

kalau lem jenis ini sering juga disebut dengan lem Dextone. Nah, lem ini memiliki 2 komponen, resin dan hardener (pengeras). Namun, sebelum kamu mengaplikasikannya pada kayu, kamu harus mencampur ke 2 jenis lem ini terlebih dahulu. Nah, lem ini mampu bertahan pada temperatur tinggi juga lho. Jadi, selain cocok untuk merekatkan besi, lem ini juga cocok untuk baja, tembaga, plastik, kayu, keramik, dan bahan lainnya.

Bagikan Bacaan ini :

Jenis Bahan Baku Furniture

Pernahkan kita perhatikan, beberapa perabot/furniture di dalam rumah kita menggunakan bahan apa? Perabot seperti meja, lemari, tempat tidur, backdrop, tv cabinet, dll. Sebenarnya, bahan bahan itu gimana sih karakternya. Kayu lapis, seperti namanya, terbuat dari beberapa lapisan lembaran kayu yang direkatkan. Nah, dari kayu lapis ini dibagi menjadi beberapa :

A. Partikel (Harbot)

Partikel adalah papan yang terbuat dari serbuk kayu yang dilem dan dipadatkan.
Keuntungan = murah meriah
Kerugian = mudah rusak, beban tidak boleh berat, 100% pantang kena air

B. MDF (medium density fibreboard)

Mdf adalah papan yang terbuat dari serbuk kayu dicampur lem dan kimia2 lain, lebih padat dibandingkan partikel.
Keuntungan = agak keras, permukaan mulus (gampang untuk difinishing), sedikit lebih kuat terhadap air dibanding partikel)
Kerugian = rentan terhadap air dan lembab.

C. Blok Board/Blok Teak

Apa bedanya?? Yang 1 polos, yang 1 pake urat jati.. (teak = jati)
Blokboard/teak adalah papan yang terbuat dari susunan kayu solid yang dijepit/dilem dengan triplek.
Keuntungan = kuat, lebih tahan air dibanding a,b,c, untuk ranjang susun, beban yang ditanggung kuat menampung lebih dari 150 kilogram. Jadi kalo dibilang kekuatan, blokboard/teak boleh diacungin jempol
Kerugian = ada kemungkinan rayapan jika pengeringan dari pabrik kurang baik.

D. Multiplek

Multiplek adalah papan yang terbuat dari berlapis2 triplek biasanya kelipatan 3mm, misalnya 9mm, 12mm, 15mm, 18mm..
Kalo bukan kelipatan 3, biasanya “banci” (nama panggilan) ato produk error.
Keuntungan = kuat, lebih tahan air dibanding a,b,c, kemungkinan rayap kecil karna dilem sehingga rayap yang tidak tahan kimia mati.
Kerugian = kemampuan menahan beban lebih lemah sedikit dibanding blokboard/teak.

 

Kami Djatifurniture.com merekomendasikan Blok Board dan Multiplek karena bahan tersebut menurut kami lebih unggul secara kualitasnya.

Bagikan Bacaan ini :