Pengertian HPL

HPL merupakan singkatan dari High Pressure Laminate adalah lapisan lembaran yang dibuat untuk finishing pada furniture. High pressure laminate atau biasa yang disebut dengan HPL biasanya digunakan untuk melapisi media contoh: Multipleks, Blok board, Harbot ataupun MDF. Sekitar tahun 2000an keatas HPL sangat banyak digunakan karena motif serta harganya yang tidak begitu menguras kantong. Saat ini HPL sangat sering kita lihat mulai dari meja belajar, Tempat tidur, Kichen set, Wardrobe atau Lemari Pakaian dan lain sebagainya. berikut adalah salah satu contoh furniture yang menggunakan HPL :

kichen set minimalis lemari tangga

Secara pengerjaan finishing menggunakan HPL lebih mudah dari pada Kayu solid dan secara waktu pengerjaan juga relatif lebih cepat dari pada waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan kayu solid. berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari finishing HPL:

Kelebihan Finishing HPL

  1. Mudah dikerjakan
  2. Memiliki banyak desain
  3. Harga lebih competitif
  4. Lebih mudah dalam perawatan

Finishing HPL mudah dikerjakan karena untuk pengerjaannya sendiri dan bahan bakunya sendiri bisa dikatakan sudah setengah jadi. Secara garis besar pengerjaan finishing dengan HPL yang membuat rangka dari bahan multipleks kemudian memotong HPL sesuai dengan rangka setelah ukuran HPL dan rangka sama kemudian direkatkan dengan menggunakan lem.

HPL sendiri mempunyai banyak desain mulai dari motif kayu, pattern, warna duco dan lain sebagainya. Sedangan untuk permukaan HPL mempunyai 3 jenis permukaan yaitu texture, polos dan semi. Untuk harga HPL dengan motif teksture merupakan HPL yang paling mahal diantara polos dan semi.

HPL bisa dikatakan mempunyai harga yang kompetitif dibanding kayu solid apalagi kayu jati. HPL sangat mudah dalam perawatan, untuk merawat HPL kita hanya perlu membersihkanya dengan kain kering yang sudah dikasih air.

Kekurangan Finishing HPL

  1. Ketahanan
  2. Keterampilan

Secara ketahanan HPL mempunyai kekurangan diantarannya Bahan HPL bisa pecah akibat tertekuk atau terlipat. Dalam mengerjakan finishing HPL keterampilan tukang sangat berpengaruh dikarenakan perekat yang digunakan sangat berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan semakin rekat maka semakin bagus pengerjaannya.

Itulah tadi sedikit gambaran mengenai Finishing HPL, semoga sahabat djati tidak salah dalam menentukan.

Bagikan Bacaan ini :

Merawat Furniture HPL

Setelah kita mempunyai furniture dengan finishing HPL hal yang dilakukan setelah itu ialah merawat furniture tersebut supaya warna dan permukaannya masih bagus seperti baru di beli. Merawat dan mempertahankan warna permukaan HPL seringkali menjadi pertanyaan bagi orang-orang yang awam akan tata kelola interior. Sebenarnya merawat HPL jauh lebih mudah daripada merawat furniture atau pelapis interior yang terbuat dari bahan lain, katakanlah metal atau yang terbuat dari kayu solid, di mana perawatannya tentu membutuhkan pengerjaan khusus agar tak merusak bahan dasarnya.

Sebelum melakukan perawatan ada baiknya kita mengetahui cara pencegahannya untuk mempertahankan warna HPL tersebut, berikut cara pencegahannya:

1. Jauhkan cairan kimia yang berbahaya, beberapa HPL dengan grade tinggi memiliki ketahanan yang lebih terhadap tumpahan cairan kimia dan korosi yang diakibatkannya. Namun untuk amannya lebih baik tidak mengambil resiko dengan membersihkan HPL menggunakan cairan kimia, seperti pembersih lantai dan dapur.
2. HPL merupakan lapisan yang tahan panas, tapi ketahanan ini memiliki umur. Dan jika masa ketahanan ini telah habis maka HPL akan mengalami keretakan antar perekat di dalamnya. Sebisa mungkin jangan biarkan sumber panas bersentuhan langsung dengan permukaan HPL.
3. Benda tajam dengan permukaan lancip yang bisa saja merobek permukaan HPL. Maka dari itu jangan gunakan HPL sebagai alas untuk memotong sesuatu. Serta jauhkan benda tajam dari permukaan furniture anda.

Kemudian bagaimana cara merawat HPL? Yang perlu dilakukan untuk bisa mengoptimalkan durabilitas HPL di dalam ruangan atau outdoor dengan membersihkannya secara berkala. Terkecuali lapisan yang sudah cacat diakibatkan oleh beberapa faktor yang dibahas di atas, kebanyakan masalah HPL dari jenis yang paling murah ialah rentannya terkena noda.

Maka dari itu bersihkan HPL secara berkala dengan kain yang lembab dengan bahan pembersih berdeterjen atau sabun untuk memoles permukaannya. Selain itu kita juga bisa menggunakan minyak kayu untuk memolesnya. Jika menemui noda yang sulit dibersihkan seperti bekas kopi atau percikan cat, gunakan campuran baking soda dan air kemudian gosokan hingga hilang dari permukaan. Ketika menggosok pun peru diperhatikan tidak boleh terlalu kuat tekanannya. Untuk HPL yang berpermukaan glossy, terlalu kuat menggosok bisa melunturkan kilaunya.

Bagikan Bacaan ini :